Sebuah Pergerakan SOS Digelarkan Untuk Melawan Sepak Bola Indonesia dari Tangan Kotor Agen Judi Online

Sebuah harapan diapungkan Save Our Soccer (SOS) berkaitan dengan Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI), yang dihelat di Hotel Mercure Ancol, hari Rabu (03/08) lalu. Mereka berharap, agar congress ini boleh menyelesaikan masalah-masalah dasar bola sepak Indonesia, alih-alih hanya sekadar menjadi ceremony bagi-bagi uang saku.

Menurut SOS, ada 3 perkara dasar yang harus diperhatikan sekaligus dalam Kongres Luar Biasa ini. Masalah pertama adalah pengembalian status keahlian klub yang dihilangkan oleh Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia.

“Persebaya, Persibo dan Persema Malang dihilangkan kerana dinyatakan terlibat Liga Perdana lndonesia. Pada masa itu selain ketiga ahli Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) tersebut, PSM juga terlibat LPL, namun keanggotaannya tidak dihilangkan. Consitency perlu ditegakkan dalam lembaran baru dalam masa kerja pengurus baru nanti,” ujar Koordinator SOS, Akmal Marhali.

Masalah kedua, menurut SOS, adalah peraturan berkaitan kesahihan sebuah klub. Menurut peraturan FIFA artikel 4.4 halaman 20 yang dijadikan acuan Asian Football Confederation (AFC) dan Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI), dalam menetapkan lesen klub proffesional, dijelaskan dengan jelas dan tegas bahawa ‘a licence may not be transferred’, yang apabila diterjemahkan bermaksud lesen klub tak boleh dipindah milik ( dijualbelikan).

“Berarti, bila PSSI selaku persekutuan dan PT Liga Indonesia sebagai pelaksana pertandingan profesional membolehkan, maka mereka serta merta telah melanggar mana statut dan peraturan yang telah ditetapkan FIFA dan AFC. Dengan kata lain, FIFA-AFC pantas memberikan sanksi kepada PSSI,” sebut Akmal Marhali.

Akmal Marhali menambah, Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) perlu membuat aturan baku berkaitan proses jual beli saham pemilikan sebuah klub, sehingga tak menjadi kekeliruan yang pada akhirnya merosakkan sistem tadbir urus bola sepak kebangsaan. Kesahan klub menjadi penting apalagi berkaitan hak suara mereka dalam congress.

Pada masa ini, menurutnya, sekurang-kurangnya ada klub-klub bermasalah berkaitan jual beli lesen yang boleh memperrusakkan sistem dan juga statusnya sebagai pemilik suara. Akmal Marhali memberi contoh klub-klub ini adalah: Bhayangkara Surabaya United, Arema Cronus FC, Bali United, Pusamania Borneo FC, PS TNI dan Madura United.

”Ini harus dibersihkan total dan dibuat aturan yang baku agar tidak menjadi beban masalah kepada manager baru yang nantinya akan memimpin PSSI,” tegas Akmal Marhali.

”Tidak kunjung selesai masalah bola sepak kebangsaan sampai saat ini kerana tak adanya aturan baku yang dibuat dan mengikat. Sebab itu Kongres Luar Biasa kali ini harus benar-benar menyelesaikan masalah dasar ini,” tambah bekas wartawan sukan ini.

Lebih lanjut, SOS masalah ketiga yang perlu diselesaikan adalah match-setting, match fixing, dan juga dengan match acting, yang menjadi ”tumor” di sepakbola Indonesia. Sudah menjadi sebuah rahasia umum bahwa sehingga sampai saat ini pertandingan sepak bola Indonesia berada dalam genggaman bandar-bandar judi bola online, yang merusakkan mentality para pemain dan bakal dapat dilihat kepada prestasi pasukan kebangsaan.

”Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) perlu memberikan perhatian khusus untuk kasus yang ini. Kongres Luar Biasa(KLB) ini diharapkan dapat membuat keputusan bersama untuk perang terhadap match fixing. PSSI membentuk jawatankuasa integriti dan bekerja sama dengan penguatkuasaan undang-undang untuk mengurangkan dan membersihkan sepak bola Indonesia dari tangan-tangan kotor bandar judi online,” tandas Akmal Marhali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s